Ambulan PKPU Antarkan Korban Merapi Ke Peristirahatan Terakhir

YOGYAKARTA - Sebanyak 64 korban letusan Gunung Merapi dimakamkan secara massal di Dusun Beran, Margodadi, Seyegan, Sleman. Sebanyak 28 jenazah dimakamkan dengan peti mati, sedangkan sisanya masih menggunakan kantong mayat warna kuning.

Tim rescue PKPU selain mengevakuasi jenazah dari lokasi bencana, juga membantu mengantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Beranggotakan empat orang, tim rescue merah PKPU bergerak ke RS Dr Sardjito untuk bersiap-siap mengantarkan puluhan jenazah ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kabupaten Sleman.

Setelah menunggu hampir tiga jam, akhirnya pukul 17.30 WIB iring-iringan ambulan dari beberapa rumah sakit, PMI, LSM dan ambulan PKPU dengan nomor urut 60 mulai bergerak meninggalkan RS DR Sardjito menuju ke lokasi pemakaman masal.

Sepanjang perjalanan dari rumah sakit ke pemakaman, banyak warga menyaksikan konvoi ambulan yang membawa 64 jenazah korban merapi. Bahkan beberapa warga juga mendokumentasikan iring-iringan tersebut dengan ponsel masing-masing.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, puluhan jenazah tiba di TPU Kab Sleman sekitar pukul 18.15 WIB. Sesampainya di TPU yang terletak di atas bukit tersebut puluhan jenazah lantas diserahkan kepada keluarga melalui seremoni yang dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

“Kami mohon maaf kepada keluarga karena tidak bisa menguburkan sesuai tempat tinggalnya, karena kondisi masih rawan,” kata Sri Purnomo dalam sambutannya, Minggu (7/11/2010). Semua jenazah tersebut dikubur di lubang besar berukuran 28 m x 7 meter. Di bawah penerangan 3 lampu sorot dan 3 lampu neon, pemakaman disaksikan ribuan pelayat.

Meski tak terdengar isak tangis, namun muka mereka nampak menahan haru dan duka yang mendalam. Akibat banyaknya korban yang harus dimakamkan, sebuah alat berat di gunakan untuk ikut menguruk makam. Selama pemakaman ini diiringi tahlil dan salawat yang dipimpin tokoh masyarakat setempat, Ki Demang.

Diiringin hujan rintik-tintik, ke 64 korban ini merupakan korban letusan Gunung Merapi pada Kamis malam (4/11/2010) hingga Jumat dinihari (5/11/2010) lalu yang diidentifikasi di RS Dr Sardjito, Yogyakarta. Korban berasal dari beberapa desa seperti Glagaharjo, Argomulyo Cangkringan. (SIS/PKPU/Yogyakarta)