Panasnya Tanah Tak Menghambat Evakuasi Jenazah

YOGYAKARTA - Tim gabungan dari Kopassus, PMI, dan relawan PKPU berhasil mengevakuasi satu jenazah di Dusun Banjarsari, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Senin (8/11/2010). Jenazah pria yang tewas mengenaskan ditemukan di dalam rumah.

Awalnya, tim bergerak dari posko Kopassus di Kecamatan Ngemplak, Sleman. Puluhan orang lalu bergerak naik masuk ke wilayah Cangkringan yang berjarak sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi dengan membawa jeep, truk-truk dan beberapa mobil ambulan, dan dua kendaraan amphibi.

Di beberapa titik ketika masuk ke Cangkringan, tim harus memotong batang-batang pohon yang tumbang melintang di jalan. Sekitar 500 meter dari lokasi, sebagian tim mulai berjalan masuk kedalam dusun. Ikut dibawa kendaraan amphibi yang sanggup melintasi tanah yang panas.

Pantauan di lapangan, kerusakan parah terlihat di dalam dusun. Pohon tumbang dan masih terbakar, rumah hancur, dan tumpukan debu yang masih panas terlihat. Menuju lokasi, tim harus berjalan diatas batang-batang pohon yang melintang di atas tumpukan debu.

Setelah masuk ke perkampungan, tim lalu menyisir rumah-rumah. Jika mencium bau busuk, tim mendobrak rumah. Sebenarnya, tim menemukan lima jenazah. Namun hanya satu jenazah yang dapat dievakuasi. “Empat lagi tidak memungkinkan untuk dievakuasi,” kata Eko Susilo, relawan dari PKPU.

Jenazah yang terbakar itu dimasukkan ke kendaraan amphibi. Setelah itu, tim lalu bergegas turun meninggalkan wilayah Cangkringan. Evakuasi itu dilakukan disaat Gunung Merapi terus menyemburkan awan panas dan suara gemuruh keras berkali-kali terdengar.